Mengenal kearifan budaya Kesenian jaranan
Mengenalkan
kearifan budaya lokal akan menumbuhkan cinta tanah air kepada anak sekalikus
melestarikan budaya tersebut.Kesenian jaranan sangat terkenal di
kabupaten Kediri provinsi Jawa timur. Jaranan menjadi kesenian yang
merakyat dikalangan masyarakat kediri, Walaupun begitu mereka yang tidak
menyukai juga banyak dengan alasan kesenian jaranan tidak mendidik mengandung mistis dan syirik.
Kesenian jaranan muncul sebelum islam datang pada mulanya kesenian ini sebagai perwujutan dari boyongnya putri kediri Diah songgo langit ke Wenggker kerajaan Klono sewandono yang memenangkan sayembara yang diadakan Putri songgo langit .
Menurut KH Mashudi ulama dari Kediri dalam ceramahnya dalam
setiap kegiatan acara, Kesenian budaya perlu ditampilkan agar para generasi tau
makna dibalik kesenian tersebut. Kesenian jaranan peninggalan dari Sunan kali
jogo berperan banyak dalam penyebaran islam saat itu penduduk ditanah
jawa masih memeluk agama hindu bundha. Kesenian jaranan saat ini banyak dirubah oleh sunan kalijogo syarat akan makna
keislaman mengandung banyak arti dari setiap alunan musik dan gerakan.
Jaranan dari kata ajaran yang artinya piwulang (belajar)
memberikan pelajaran kepada mereka yang menonton. Kesenian jaranan diiringi dengan
musik tradisional diantaranya ada kenong yang berbunyi "nong nong
" yang berarti dumunong (pikirlah ) artinya pikirlan manusia di utus di dunia ini untuk apa? disebutkan dengan jelas
dalam Al quran surah Az-Zarirat ayat 56
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ
اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin
dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
Perpaduan
musik kendang dan trompet yang bersuara “
ndang tot tet” yang artinya ndang
mumpung ijik urip ( mumpung kita masih hidup mari kita berbuat kebaikan )
Gerakan
tarian jaranan yang diawali dengan tangan ke bawah
keatas menyentuh muka memutar tangan di kepala,
menggerakkan tangan kebawah dan kesamping yang diulang tiga kali bila kita jeli mengamati gerakan itu mengajarkan gerakan wudhu.
kemudian penari
jaranan akan membentuk suatu barisan barongan
berada paling depan , Gerakan tarian
antaran barongan dan penari jaranan yang sama arah dan gerakannya itu
melambangkan sholat berjamaah dalam
kehidupan bila kita selaras dengan alam dan lingkungan maka kehidupan akan harmoni.
Ditengah
gerakan jaranan dan barongan yang selaras ada tokoh tetek melek dengan gerakan tariannya berbalik arah dengan para
penari jaranan dan barongan, Tetek melek menggoda para penonton dan penari apabila ada yang tergoda karna kehilangan konsentrasi dia akan kesurupan
melakukan hal di luar nalar seperti
memakan bunga, Pecahan kaca, Memakan ayam masih hidup. Mereka yang kesurupan
tidak bisa sembuh sebelum di obati oleh pawang .
Dari tarian tersebut tetek melek di ibaratkan
seperti setan musuh nyata bagi manusia yang selalu menggoda kita , Mereka yang
teguh imannya akan selamat dari godaan setan sedangkan yang lemah akan tergoda
dan menyalahi aturan norma dan agama yang digambarkan memakan pecahan kaca,Penonton dan penari yang kesurupan
akan disembuhkan dengan dupa dan menyan yang dibakar dengan arang kemudian acara selesai para penari mendapat
jamuan makan. Mengartikan bila kita rajin beribadah akan mendapat pahala yang
digambarkan dengan jamuan.
Penulis
Ni’matul
Hasanah kediri











Mungkin bisa dikasih sumber reverensinya dari mana,siapa.
BalasHapusKrn berhubungan dengan sejarah.
Thank's
Terimaksih , untuk reverensi masih mengacu pada ceramah kh mashudi untuk buku belum menemukan
HapusPak fa mungkin bisa carikan refererensi buatku 🙏🥰
Hapus
BalasHapusMasyaaAlloh..luarr biasa
Good Job
Tetimakaih kunjungannya
HapusSiiiiiiiiiip buuu,, mengangkat kembali kesenian tempo dulu agar anak jaman now mengenal kembali, dengan penyajian yang menarik semoga mengena di hati anak didik
BalasHapusSukses buuu,, semoga sehat selalu
Amiin , Terimakasih sudah berkunjung
Hapusterima kasih Bunda sudah mengenalkan salah satu kearifan budaya yang ada di Kediri ..
BalasHapusTerimakasih atas kunjungannya
HapusTerimakasih pengetahuannya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerimaksih atas kunjungannya
HapusBagus sekali pengangkatan tema sejarahnya "Jaranan". Tapi alangkah lebih bagus lagi jika ditinjau kembali penulisan artikelnya harus sesuai EYD karena dinikmati oleh umum.
BalasHapusTerutama huruf besarnya, terima kasih
Terimaksih bun, masih tahab belajar siap memperbarui
HapusLuar biasa
HapusMantab...di zaman sekarang anak2 sangat butuh cerita2 spt ini..semoga sukses dan lanjutkan tuk terus berkarya demi anak bangsa yang bermartabat👍👍
BalasHapus🙏🙏🙏
Hapus👍
BalasHapus🙏🙏🙏
HapusBagus untuk pembelajaran anak2 apa lagi jaman sekarang jarang yg mengerti sejarah dan kearifan lokal
BalasHapusTerimaksih bun sudah berkunjung 🙏🙏
HapusSemangat bu nik......sukses terus nggeh...💪💪💪💪👍👍👍
BalasHapus🙏🙏🥰😍
HapusSae bu.semangat n sukses selalu 👍👍👍
BalasHapus🙏🙏🥰😍
HapusTerimakasih sudah dikenalkan budaya lokal....utk tambah pengetahuan...
Hapussemangat bu kita dukung terus...
Aku suka aku suka, cara mengenalkan budaya jaranan pada anak dibuat gambar kartun, sangat menarik. Lope lope buat Bu Nik, sukses selalu.
BalasHapusTerimaksih 🙏
HapusKeren bunda Nik, semoga semakin banyak putra putri kita yang memahami makna dari kesenian jaranan, bukan hanya suka alunan musik dan gerakannya saja, aamiin
BalasHapus🙏🙏🥰🥰
Hapus
BalasHapusSemangat terus Bu nik...semoga sukses
BalasHapusKeren bunda anak anak jadi tau sejarah semangat bunda