SEPEDA HAFID (Challenge for Publishing Week 1)

 Minggu, 12 Desember 2021



SEPEDA HAFID

 

Libur sekolah telah tiba, Hafid bersama teman-teman bermain sepeda di  pemandian  Sendang Markinah, tidak jauh dari rumah, tempat itu belum dikelola dengan baik sehingga tidak ada tempat parkir yang khusus.

Sesampai di lokasi, Hafid dan teman-teman langsung menuju ke pemandian, meletakkan sepeda disembarang tempat. Setelah puas berenang Hafid bersama teman teman keluar sendang menuju tempat sepeda.

Sepedaku tadi saya letakkan di sebelah pohon jambu tapi kenapa sekarang tidak ada ya, gumam Hafid sambil menggaruk rambut yang tidak gatal.

“Teman-teman ada yang tahu sepedaku” Teriak Hafid sambil menahan tangis.

 “Tidak”  jawab mereka dengan serentak.

 “Tadi sepedaku saya letakkan di bawah pohon jambu sekarang tidak ada”

  “kalau begitu ayo kita cari bersama-sama siapa tahu sepedanya masih ada disini”

   seru teman teman menghibur.

Hafid dan teman-teman berkeliling di sekitar Sendang untuk mencari sepeda yang hilang. Waktu sudah sore tapi sepeda tidak  temukan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.

Adzan shalat asyar sudah terdengar hafid sampai rumah dengan ketakutan, bergegas menuju kamar mandi dan ganti baju kemudian menuju mushola untuk  shalat jamaah.

Selesai shalat Hafid  menghampiri ibunya.

“Ibu Maaf” Lirih hafid sambil memegang tangan ibu.

“Ada apa?”  jawab ibuku.

“Tadi hafid sama teman-teman bermain di Sendang markinah, Hafid ceroboh Ibu, lupa tidak mengunci sepedanya hilang” ucap hafid sambil menangis.

Ibu hanya diam dan menghela nafas panjang.

            “Besok dicari lagi sama Ayah” Ujar Ibu.

 

Ayah dan Hafid menelusuri Sendang Markinah dan menanyakan penduduk sekitar namun tidak ada yang mengetahui.

“Ya sudah di ihlaskan saja, berarti sepeda itu bukan rezeqiku” Nasehat Ayah.

“Hu Hu Hu” tangis Hafid pecah kehilangan sepedanya.

“Kalau Kamu bisa menghafal Asmaul Husna beserta artinya , Ayah akan membelikan sepeda baru lagi” seru ayah menghibur dan memberi tantangan kepada Hafid.

“Betul Ayah?” Girang Hafid menghentikan tangisnya.

Libur sekolah masih satu minggu Hafid mengisi liburan dengan menghafal Asmaul Husna beserta arti sambil di nyanyikan

Libur sekolah telah selesai, Hafid belum hafal Asmaul Husna beserta artinya, saatnya kembali kesekolah kalau biasanya  naik sepeda sendiri sekarang diantar ibu, Hafid tidak berani merengek minta dibelikan sepeda baru karena dia belum bisa menyelesaikan tantangan yang diberikan ayah.

 Pulang sekolah Ibu telat menjemput, hafid jalan kaki sambil menunggu ibunya, di perjalanan terlihat bimo naik sepeda dengan kencang melewati dan hampir menyenggol hafid, ia tersentak kaget dan mengamati sepeda yang di naiki bimo.

 “Itu seperti sepeda saya” gumam hafid sambil memperhatikan laju bimo.

Tin Tin.. suara klakson motor ibu membuyarkan lamunan hafid.

            “Ibu ngagetin saja” ucap hafid.

            “Ayo Naik,kenapa bengong di situ?” seru Ibu

Hafid masih memikirkan sepeda yang dinaiki bimo, baginya sepeda merah itu tidak asing, peleq roda belang yang penuh dengan stiker dan sadel yang penuh dengan coretan, ia yakin itu sepedanya.

Sesampai dirumah,hafid menceritakan kepada ibu kalau dia melihat bimo menaiki sepedanya.

“Ibu tolong antar aku kerumah Bimo?”rengek hafid.

“Untuk apa?” jawab ibu.

“Aku ingin memastikan yang dinaiki bimo ifu sepeda saya atau bukan,ayo Ibu!”

 Ibu mengantar hafid  ke rumah bimo.yang tidak jauh dari rumah hanya beda RT,sesampai di rumah kecil tampak kotor dan tidak terawat bimo anak yatim,  ayahnya sudah meninggal sejak ia kecil ibunya kerja di kota pulangnya 1 bulan sekali, bimo di rumah dengan kakaknya.

“Assalamualaikum” salam Ibu mengetuk pintu rumah bimo, sepi tidak ada jawaban.  

“Tidak ada orang, kita pulang saja” seru ibu.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya hafid dan ibunya pulang.

Libur sekolah hari minggu hafid dirumah saja melanjutkan hafalan asmaul husna agar cepat  mendapat sepeda baru dari ayah, tiba-tiba ia teringat sepeda yang dinaiki bimo.

“Ibu Ayo kita ke rumah bimo, kita coba lagi siapa tau sekarang dia di rumah” rengek hafid.

“Ibu masih menyelesaikan cucian baju nanti ya” jawab ibu sambil mengangkat cucian.

“Tok tok tok”  terdengar suara ketukan pintu.

“ Assalamualaikum”suara dari balik pintu.

“Waalaikumsalam” jawab ibu sambil membuka pintu.

“Bu Tina, ada apa?” sapa ibu kepada tamu

“Saya mau ketemu dengan hafid Bu”

“Hafid ke sini Nak, ada yang mencarimu” ucap  ibu dengan mengeraskan suaranya.

“Iya Bu” jawab hafid  malas dengan melangkah menuju ruang tamu.

“Bimo...” teriak Hafid kaget melihat bimo dengan ibunya sambil memegang sepeda merah yang tak asing bagi hafid.

“Fit ini sepedamu aku kembalikan, maaf aku hanya ingin meminjamnya” kata bimo menyerahkan sepeda merah dan berurai air mata.

Tampak sedih  wajah bimo, dia anak orang tak mampu,

lamunan hafid teringat, dulu pernah pulang sekolah bareng bimo dia memegang sepedanya sambil memohon, “Bolehkan aku meminjam sepedamu” mohon nya saat itu,  hafid tidak memperdulikan ucapan bimo, karena sedang main balapan sepeda dengan dengan adi teman sebangkunya.

“Hafid maukah kamu memaafkanku karna telah mengambil sepedamu”lirih hafid dengan ketakutan.

“iya aku memaafkanmu dan tetap akan menjadi temanmu” kata hafid sambil memeluk bimo.

            “Terimakasih Hafid” ucap bimo dengan riang.

Hafid dan bimo main sepeda bersama di halaman secara bergantian, mereka tampak senang dan bahagia.

#AiseChallengDesember

Kediri 12 Desember 2021

             


Penulis menyukai dunia literasi sejak ada pandemi covid tahun 2019, untuk mengisi waktu luang di rumah mengikuti pelatihan menulis secara online,  kegiatan penulis sebagai praktisi pendidikan anak usia dini dan ibu dari  3 anak lahir di kota tahu kediri.

Komentar

  1. Anak-anak yang sempurna, anak-anak yang baik dan hebat.

    BalasHapus
  2. Trimakasih sudah berbagi cerita bu

    BalasHapus
  3. Asyiik ceriranya, terimakasih ya bu sudah berikan cerita anak yang baik

    BalasHapus
  4. Terus berkaryA buntik selamat dan tetap semngat...

    BalasHapus
  5. Bagus ceritanya, unik dan menarik. Bikin trenyuh yang baca.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOTIFASI DIRI

Mengenal kearifan budaya Kesenian jaranan

PEMBUATAN PPT PEMBELAJARAN