ULANGAN MATEMATIKA(Challenge For Publishing week 3)
ULANGAN MATEMATIKA
Jam
dinding menunjukkan pukul 08:30 pagi, masih
kurang 1 jam lagi bel istirahat
berbunyi, desi merasa kelelahan dan tidak bisa konsentrasi mengerjakan soal
ulangan matematika.
“Hari yang melelahkan,”
keluh desi sambil menggaruk rambutnya
yang tidak gatal., “Ada apa desi?” tanya fia keheranan melihat desi tampak
lelah dan bingung,
“Hari ini aku bangun kesiangan dan tidak
sarapan sekarang aku lemas tidak bisa konsentrasi mengerjakan soal ulangan ini,” keluh desi sambil menggaruk
rambutnya yang tidak gatal.
Bu Ana guru
matematika kelas 3 memperhatikan desi dan fia dari tempat duduknya,
kemudian mendekati bangku mereka yang berada di ujung depan barisan paling
timur,
“Kenapa
kalian berisik, cepat dikerjakan, ngobrolnya nanti saja!” tegas bu ana.
“Iya
Bu” jawab mereka serentak.
Fia sudah selesai mengerjakan ulangan, bermaksud
ingin membantu Desi, tapi Bu Ana menghampiri
bangku mereka dan menggambil lembar jawaban fia,
“Fia
kamu boleh istirahat” perintah bu ana kepada fia
“Baik
Bu” jawab fia sambil membereskan alat tulis dan buku yang berserakan di meja. “Des aku duluan ya” ucap fia sambil
menepuk bahu desi.
Teeet-teet-tet bel sekolah berbunyi menandakan pukul
09:30 waktu istirahat, desi masih mengerjakan 3 soal dari 10 soal yang di
berikan Bu Ana.
“Ayo
anak-anak semua di kumpulkan” perintah Bu Ana kepada anak-anak yang tersisa di
kelas, desi tampak gugup karna belum selesai mengerjakan, tanpa pikir panjang
dia segera mengisi lembar jawaban dengan asal yang penting tampak terisi semua
dan segera mengumpulkan di meja Bu Ana.
“Oke
sekarang kalian boleh istirahat,” perintah bu ana sambil melangkah keluar
menuju ruang guru, dan mengoreksi satu
persatu hasil ulangan matematika anak-anak kelas 3 Bu Ana tampak terkejut
mengkoreksi lembar ulangan desi
“Hem
kenapa jawaban desi salah semua” gumam bu anak terheran melihat kertas jawaban
desi.Bu Ana mencari arsip soal kemaren dan melihat catatan nilai terlihat di situ nilai matematika desi
lumayan bagus, kenapa sekarang salah semua jawabannya, Bergegas bu ana menuju kelas 3 untuk mencari
desi dikelas, tampak sepi semua anak sedang jajan di kantin sekolah tak
terkecuali desi dan fia.
“Desi
kamu sudah selesai? Bu Ana ingin ngobrol bersamamu” sapa bu anak sambil menepuk
bahu desi.
“Sudah
Bu” jawab desi dengan gugup
Bu Ana mengajal Desi keruang Bp dan mempersilahkan
duduk.
“Desi
kamu tampak lelah, kamu sakit? Tanya bu ana sambil memegang dahi desi.
“Tidak
Bu, saya baik-baik saja” jawab desi agak gugup
Bu Ana menunjukkan lembar jawaban ulangan desi yang penuh coretan merah dan ada nilai
nol tertera di bagian atas.
“Kenapa
ulangan kamu nilainya seperti ini, kamu biasanya pandai berhitung” tanya Bu Ana
sambil menyodorkan nilai ulangan.
“Maaf
bu semalam saya terlalu asik bermain
game sampai larut malam, bangun nya kesiangan tidak sempat sarapan dan alat berhitung sempoa
saya tertinggal di rumah Bu” jawab desi
sambil berkaca kaca menahan tangis.
“Kamu
tau kesalahan kamu ada dimana?” tanya Bu Ana menatap lekat kearah Desi.
Desi hanya menunduk dan menangis antara takut dan
lelah.
“Desi,
waktu itu bagaikan pedang, bisa membunuhmu bila kamu tak pandai mengaturnya,
seperti hari ini, gara-gara semalam kamu terlalu asik bermain game, konsentrasi
kamu jadi kacau.”Nasehat Bu Ana
“Maaf
Bu, Desi berjanji tidak akan mengulangi dan selalu memanfaatkan waktu dengan baik
dan berguna” jawab desi sambil menyalami tangan Bu Ana.
Penulis yang bernama Ni’matul Hasanah menyukai dunia literasi sejak ada pandemi covid tahun 2019, untuk mengisi waktu luang di rumah mengikuti pelatihan menulis secara online, kegiatan penulis sebagai praktisi pendidikan anak usia dini dan ibu dari 3 anak lahir di kota tahu kediri, bisa dihubungi lewat email nnikmahh@gmail
Bagus Bu
BalasHapus